Category Archives: stockholm

Tiga Hari di Stockholm! Part. 2

Tiga Hari di Stockholm! Part. 2

gara2 blog saya barusan di-mampir-in mbak trinity, jadi langsung semangat nerusin part. 2-nya hehe. kemarin juga sempet minta petuah2 sama beliau melalui email untuk trip selanjutnya (amiin) dan langsung dibalas dengan sangat sangat baik. that is very kind of you mbak, thank’s a lot :mrgreen:

okay, menyambung cerita. masih inget kan, klo perjalanan saya ke stockholm ini dicanangkan se-efisien dan se-memorable mungkin? mari kita lanjutkan.

hari kedua, seusai saya tes, kami memutuskan keliling-keliling secara un-planned. toh masih ada hari ketiga sebelum kami pulang. perjalanan dimulai dengan kereta api bawah tanah alias subway, sambil baca-baca panduan “what’s happening in stockholm”. tiba-tiba mata saya terpaku:

……. Oct. 11, World Cup Qualifying Match, Sweden-Portugal, Råsunda Stadion …….

tidaaaakkk.. itu artinya hari ini ada pertandingan kelas dunia!! dan lebih dahsyatnya lagi, zlatan ibrahimovic dan cristiano ronaldo sekaligus!!! (well, i’m not their fans, tapi klo dikasih kesempatan ngeliat langsung pesohor kelas dunia siapa yg gak mau siiihh!!)

akhirnya diskusi antar suami istri berlangsung ketat. nonton, nggak, nonton, nggak, nonton, …. apalagi besok ternyata ada final grand slam tenis Stockholm Open (tennis is my husband biggest passion, anyway). sambi menghitung receh demi receh (sedih amat haha), kami tetapkan bahwa nonton bola hanya akan dilakukan kalo harga tiketnya 50 krona dan mikir2 kalo 100 krona

setelah salah-salah jalan, akhirnya kami berhasil juga mengetahui rute yang benar menuju stadion. di dalam kereta api, kami ketemu para supporter bola…

Ibra (I): hi, are u going to see the football match?

Bule Swedia (BS): yeah

I: oh, where can we buy the ticket? is it sell at the stadion?

BS: ummm, there’s no ticket left.

I: ooohh *ibra dan istrinya berpandang-pandangan*

Istrinya Ibra (II): well, how much did you pay for the ticket?

BS: 300 kron per ticket. but anyway there might be tiket chop outside the stadion (klo gak salah dia ngomongnya ticket chop yg kemungkinan besar artinya calo), they’re selling the ticket but off course the price will be more expensive. maybe about 1000 kron for 1 ticket.

Ibra dan istrinya berpandangan lebih dalam *whaaaatt, batas tolerir kita aja cuma 100 kron buat 1 tiket hahaha*

akhirnya karena udah terlanjur sayang, kami tetep berangkat ke stadion dgn tujuan lumayan lah ngeliat crowded people.. sesampainya disana, terlihat calo-calo bertebaran (ya ampun ada calo juga disini), calo-nya imigran pastinya. iseng-iseng suami saya tanya sama salah satu calo, dan bener sekali harganya 1000 kron per tiket huahahaha.. ditawar gak mau, soalnya katanya “this is a big match, everybody wants to see it, so i can’t give u a lower price”. yasudah..

jalan sana jalan sini, ketemu calo lagi, bapak2 tua. and guess what, dia nawarin 800 krona UNTUK DUA TIKET! berati 1 tiket cuma dimahalin 100 krona aja. aaarrrrggghh tidaaaakk. hati sepasang suami istri ini menjadi galau. bagaimana ini, harga tiketnya “sedikit saja” di atas harga normal. trus ditawar jadi 700 kron untuk 2 tiket (yg artinya masing-masing 50 kron lebih mahal dari harga tiket aslinya),, dan bapak tua itu mau!! huaaaaaaaa…. akhirnya tu tiket dibeli deh (lupa sudah sama janji awal max. 100 kron hehehe).

dan inilah kami, menggigil kedinginan malam-malam di stockholm nonton zlatan ibrahimovic dan cristiano ronaldo sambil teriak-teriak pula. oya, bapak saya selalu bilang, “ngapain nonton bola di stadion, enak juga di teve, lebih jelas”. tapi ternyata enggak segitunya kok, tetep keliatan yang mana “si banyak tingkah ronaldo” dan yang mana “si keliatannya kalem ibrahimovic” —pembelaan diri, hehe—

foto diambil sebelum pertandingan, jadi masih kosong.. si mas kedinginan dan akhirnya menciptakan gaya baru: bukan syal sorban tapi syal sarung! huehehehe

ya pokoknya seru deh.. begitu selesai dapet tiket aja kita langsung teriak2 haha. gak percaya mo nonton pertandingan kelas dunia.

pulang-pulang, semboyan baru dicanangkan. mari kita hidup hemat! hehehehehe.. dan nonton Stockholm Open pun gak jadi

hari ketiga? jalan-jalan menyusuri kota mulai dari cityhall, trus naik katarinahissen (lihat stockholm dari ketinggian 38 meter), dan sehari sebelumnya, sebelum nonton bola, sempet juga ke masjid raya stockholm. sebagian foto-foto (siapa tau ada yg mo liat kenarsisan kami hehe) bisa di klik disini.

Tiga Hari di Stockholm! Part. 1

Tiga Hari di Stockholm! Part. 1

weekend kemarin, saya dan suami “berkesempatan” menghabiskan waktu di stockholm.. dengan tujuan saya ikut tes toefl internasional sekaligus lapor diri ke KBRI, kami pun mencanangkan bahwa kepergian kali ini harus se-efisien dan se-memorable mungkin (mengingat rencana besar beberapa bulan lagi,, suit suiitt). banyak belajar dari buku trinity, si naked traveler, dan berbekal pengalaman surfing-surfing di internet, maka hal yang paling prinsip untuk dipikirkan adalah: transportasi dan akomodasi.

jangan salah, perjalanan dari gothenburg ke stockholm ini saya tempuh dengan pesawat terbang. kenapa bisa gitu? gak lain dan gak bukan karena tiket bis dan kereta api justru lebih mahal!

ahaa.. pelajaran pertama: jangan terburu-buru membooking transport, tapi bandingkan antara 1 moda dengan yang lain. hal ini berlaku juga di Indonesia saya rasa, karena beberapa kali tiket pesawat jauh lebih murah dari tiket kereta api.

kemudian masalah akomodasi. karena tujuan kami ke stockholm (selain 2 hal yang disebut di atas) adalah juga jalan-jalan, maka akan sayang rasanya kalau mengeluarkan uang banyak-banyak cuma buat ditidurin aja. akhirnya, pilihan jatuh ke hoStel, atau sukur2 gratisan di KBRI. alhamdulillah, KBRI ternyata kosong..

sangat sangat lumayan tidur di KBRI Swedia, selain gratis, kami benar2 tidur di tempat tidur (yang memang sudah disediakan untuk para musafir2 indonesia di swedia), dan nilai PLUS-PLUS-PLUSnya adalah orang-orangnya yang sangat baik.. cerita lebih detail, akan ada di paragraf berikutnya..

ketiga, masalah makanan. sebagai muslim tentunya masalah makanan ini memang harus diperhatikan. kita kan gak bisa asal masuk ke restoran tapi ternyata bahan makanannya gak halal. wah bahaya!

oleh karena itu, saya belai-belain mempersiapkan sehari sebelumnya. menggoreng 1 bungkus nugget, 1 bungkus sosis, membawa keju slice, selai, roti, dan nasi untuk hari pertama. sayang mayonaisnya disita di bandara, karena kemasannya lebih dari 100 ml hehehehe..

tapi lagi-lagi kami mendapat berkah, karena nginep di KBRI, bapak penjaga disana, pak Tono, sangat baik dan selalu masakin makanan buat kita. katanya, “masak buat sendiri atau bertiga itu gak ada bedanya kok“. alhasil, makan bekal saya hanya disantap tiap makan siang aja sambil jalan-jalan. ketika kami akan pulang ke gothenburg, kami kemudian ingin memberikan sedikit “terimakasih” kepada beliau. tapi malah ditolak mentah-mentah.. katanya, “kalian kan disini sekolah, udah gak usah ngasih-ngasih saya..” ah pak tono, makasih banyak pak!

oya, di KBRI kami ketemu sama Kallan, dia ini pribumi swedia, instruktur surfing, pilot pesawat kargo, dan cinta banget sama indonesia. kemarin itu dia apply visa karena bakal bikin acara surfing di lombok dengan peserta dari seluruh negara skandinavia. nanti natal dia balik lagi ke swedia, habis itu ke california-usa, dan balik lagi 3 bulan di indonesia. what a life!

dia berusaha keras untuk bisa ngomong bahasa indonesia, jadi ngomongnya selalu campur2 indo-english. di akhir perjumpaan, dia ngasih kita brosur dan bilang, “nanti malam ada party, datang ya! ada bir bintang dari indonesia”. oooppsssss… hehehehehe.. bisa heboh dunia kalo saya dengan penampilan saya dateng ke party bir bintang!

..to be continued ;)