pak janggut kembali lagi!

30 November 2008

beberapa hari yang lalu, saya sibuk browsing cari-cari ebook di internet. lumayan, buat bekal obat bosen karena ditinggal suami 5 hari konferensi di jerman (baru hari ini berangkat, sedihnya.. :cry: ).

cari punya cari, saya ketemu sama website yang membuat ingatan saya kembali ke masa SD. benar-benar nostalgia yang menyenangkan!

dari kecil, orangtua saya sering membelikan buku-buku bacaan, dan salah satu pengarang buku favorit saya adalah enid blyton. mungkin inilah cikal bakal kenapa saya lebih senang buku yang banyak tulisannya daripada banyak gambarnya. sayang, buku-buku kesayangan saya ini hilang tersapu banjir. nah, awalnya saya coba browsing buku-buku karangan enid blyton di internet. ada sih, tapi sayangnya yang banyak saya temukan adalah buku serialnya yang berseri (lima sekawan, dll). padahal yang saya cari itu adalah buku kumpulan cerita enid blyton (seperti yg biasa orangtua saya belikan). bukunya kecil, tapi isinya terdiri dari banyak cerita. kalo ada yg tahu ebook-nya, kasihtau saya yahh.. ;)

singkat cerita, ketika saya lagi asik cari buku-buku enid blyton di sana-sini, gak disangka-sangka saya malah ketemu lagi sama kawan lama saya, pak janggut dengan buntelan ajaibnya, yang ceritanya dlm bentuk komik pernah diterbitkan berseri di majalah bobo (dulu, saya sering dipinjami majalah lama milik sahabat saya mas sonny dan wendy, makanya walaupun saya generasi 90an, saya juga tahu serial pak janggut yang diterbitkannya tahun 80an).

pak janggut (indonesia) alias douwe dabbert (belanda)

pak janggut (indonesia) alias douwe dabbert (belanda)

waaahh,, setelah menemukan website ini senangnya gak ketulungan. sekarang tiap hari kerjaan saya baca serial pak janggut disini.

duh, terimakasih sekali atas kerja keras admin dan rekan-rekan di milis pak janggut yang telah berbaik hati mempublikasikan kembali cerita pak janggut ke dalam suatu website. tetap semangat mencari serial-serial pak janggut yang lainnya yaaaaa… biar saya bisa baca-baca terus, hihihi.. :mrgreen:


we (will) move!

19 November 2008

three days ago, chen has leaved from our place and headed his new life in belgium.

five days ago, we’ve just signed the contract for a new apartment starting from december. yay!

dan lebih hebohnya, akhirnya malam ini saya dan suami saya (berani) ngomong langsung sama landlady kita, Lena, that we have already decided not to continue staying in her place.

yaaa gimana gak heboh, 5 hari-an ini saya dan suami main tunjuk2an siapa yang mau ngomong ke Lena.

“mas aja deh, mas kan lebih akrab..”

“lho, kamu aja.. kamu kan perempuan, sesama wanita kan lebih mengerti..”

haduh suamiku.. suamiku..

suami saya sempet nanya2 ke temen2nya ttg gimana cara menyampaikan ke ibu landlady kalo kita mau pindah, dan beberapa ngasih ide yang bagus -> kabur :?

anyway, ada 1 ide dari salah satu temen suami saya yang menurut saya berkesan. kutipannya sebagai berikut:

…Ini Eropah kak, bukan jawa. Pindah ya pindah aja. Just do what you want to do :) ..

baca idenya dia malah bikin saya jadi mikir, “lho iya juga ya, kenapa kita sampe bingung dan heboh mikir cara mau ngomong pindahan itu justru karena si ibu Lena juga kadang tingkahnya kaya orang jawa..”. misalnya aja nih, pas begitu kita baru nyampe kesini, kita langsung dimasakkin nasi dan ayam.. trus karena tau saya pendek dan sulit jangkau lemari dapur, dia beliin kursi kecil (kaya dingklik gitu).

ya pokoknya lumayan perhatian lah..

tapi kan kita juga ga bisa terus2an sharing kamar mandi dan dapur.. (mana harga sewa-nya mahal pula). jadi meskipun di apartemen yg sekarang lebih kaya flat 1 kamar yang dilengkapi dapur dan kamar mandi, at least gak usah bagi2 sama org lain *huhuhu, apply family apartement blm bisa sekarang, katanya aturannya tinggal di student apartemen dulu, baru setahun kemudian boleh apply :cry: *

singkat cerita, ya udahlah akhirnya malam tadi kita berdua menghadap lena. dan tanggapannya juga bagus.. “i know since you are a couple, that would be good if you have your own place and not sharing with other”. siiip lah. awal2 sih sempet bingung, mikirin, duh kasian lena, ntar yang nempatin kamar ini siapa.. blm lagi mulai januari bolek juga bakal pindah ke new york.. tapi begitu ngeliat mobil peugeot merah keren-nya dengan jendela yang gak berbingkai itu, langsung gak jadi mikirin deh hehehe. apalagi begitu tau kalo rumah kita masih tetep harus dibayar sampe februari.. wew,, banyak duit banget dia!! (di Swedia aturannya klo mau pindah harus bilang dari 3 bulan sebelumnya, jadi karena kita bilang bulan ini, ya desember, januari, februari masih bayar, yang tentunya kita juga masih berhak nempatin sampe bulan tsb)..  untung rumah yang disini masih ditanggung kampus hehe.

ya mudah2an aja di tempat yang baru semua2nya tetep lancar, amiin. tempat saya yang baru nanti sih emang banyak imigran,, denger2 malah banyak orang afrika bersarung hihi. gpp deh, sambil cari2 lagi.. mudah2an dengan berjalannya waktu ketemu tempat yang paling cocok, amiin (lagi) :mrgreen:


birthday gift for my husband

15 November 2008

psssssttt.. jangan bilang-bilang ya.. saya nulis ini diem-diem, pas dia tidur.

iya, besok tanggal 16 november, suami saya ulang tahun. bukan ulang tahun dalam arti sebenarnya, krn hari kelahiran suami saya yang bener katanya sih 14 oktober. duh maklum deh, kakak dan adiknya banyak, jadi ibunya sendiri gak inget tanggal lahir anaknya ini kapan hihihi

nah, meskipun demikian, berhubung seluruh dokumen yang mencatat tanggal kelahiran suami saya adalah 16 november, maka suami saya officially menganggap dan menyatakan bahwa 16 november adalah hari ulang tahunnya. tapi kalo saya sih, tanggal 14 oktober juga ngasih selamet. walaupun hadiahnya cuma cium pipi aja, tekor soalnya klo harus ngasih kado 2 kali huahahaha. kalo saya yang dikasih kado berkali-kali sih gapapa

ulang tahun yang sekarang, saya bingung mau ngasih apa. pengennya soalnya dikasih sih, bukan ngasih, ehehe

ya udah, akhirnya pas kemarin dia ke stockholm sehari semalem, saya ngebut bikin sesuatu buat dia. akhirnya saya cuma bisa buatin ini aja. sebenernya malu sih, gak oke kayanya hihihi. tp kan namanya juga usaha

psssttt.. diem-diem ya! saya pingin dia ngeliat ini besok pagi aja, begitu dia bangun tidur..

ps: happy 28th birthday.. love you mas, as always.


our neighbors and neighborhood

27 October 2008

gak kerasa, udah 2 bulan aja saya dan suami di sini. lingkungan yang baru tentunya membawa orang-orang yang baru juga. untuk saat ini, ada beberapa orang yang punya keterkaitan erat dengan kehidupan kami sehari-hari disini. kita mulai dengan sedikit introduksi dulu..

di gothenburg, saya dan suami tinggal di daerah Askim yang ternyata daerah elit. tandanya bahwa disini daerah elit adalah: semua rumah merupakan landed housing alias rumah beneran (bukan apartemen) yang punya halaman luas, pohon apel di belakang, dan children playground di depan. kok gaya bgt tinggal di daerah elit? bukan.. ini juga bukan kami yang nyari, tapi profesornya suami saya.

berhubung “tinggal” di daerah elit, dengan budget kami sekian maka jatah kami disini juga adalah nginduk ke salah satu rumah penduduk lokal (namanya Lena). artinya, kami disini gak tinggal di 1 rumah sendiri, melainkan tinggal di basement-nya Lena. basement itu bukan berarti kaya tempat parkir mobil di indonesia lho! kalo disini, basement gak ada bedanya dengan ruangan dalam rumah yang lain. ventilasi juga bagus karena posisi jendela mengikuti kontur tanah aslinya.

nah di “rumah” kami ini, jatah kami meliputi ruang keluarga, ruang makan, dan kamar utama. sedangkan dapur, toilet, dan kamar mandi dipakai bersama-sama dengan penginduk yang lain. penginduk yang lain ini namanya Bolleslaw, tapi panggilannya Bolek. di saat yang bersamaan, masih ada penginduk lain yang harusnya udah pindah dari 2 bulan yang lalu, tapi terpaksa masih tertahan di gothenburg karena visa belajarnya untuk S3 ke belgia belum keluar. si penginduk yang terakhir ini namanya Chen.

iya, emang gak enak, tapi gimana lagi dong? harusnya dengan uang sewa segitu kami udah bisa nempatin apartemen dengan 2 kamar tidur. sayangnya sampe sekarang status kami dalam pencarian apartemen masih jadi waiting list ke sekian-sekian-sekian-sekian. susah banget cari apartemen di sini! :cry:

untuk memudahkan visualisasi, inilah denah “rumah” kami saat ini:

lho kok ruang makan berhimpitan dengan “kamarnya” Chen?

ya begitulah kondisi kami saat ini hehe. yang berwarna hijau, itu adalah “hak pakai” saya dan suami. yang warna merah adalah kamarnya Bolek. dan yang warna oranye adalah hak pakai bersama-sama. untuk menjawab keanehan kamar Chen di atas, mari kita mulai dengan berkenalan dengan orangnya..

Chen, (eks) mahasiswa master teknik kimia yang asalnya dari china. dia ini kondisinya lagi terkatung-katung disini karena -seperti yang saya sebutkan di atas- visanya ke belgia untuk lanjut S3 belum keluar juga. jadi dengan terpaksa dia numpang di tempatnya Lena dengan cara… “menjajah” ruang makan kami. hehehe, jadi sampe detik ini kami belum pernah ngerasain makan di meja makan. awal-awal sih agak kesel, lama-lama kasian juga.. beberapa informasi penting yang bisa dipetik dari Chen adalah:

(1) orang China susah untuk makan tanpa sumpit

(2) orang China tahan pake baju rumah yang itu-itu aja selama 2 bulan.

perkenalan selanjutnya… Bolleslaw, mahasiswa master jurusan astrofisika. panggilannya Bolek (iya, nama panggilannya emang aneh). Bolek asli keturunan Polandia. dia menghabiskan hampir seluruh masa kecilnya di Kanada, dan ibunya adalah Profesor di salah satu universitas terkemuka di Kota Umea, Swedia. beberapa informasi dari diri Bolek adalah:

(1) dia bisa berbahasa Polandia, Swedia, Perancis, dan Inggris pastinya. beberapa waktu yang lalu sempet bawa temennya dari Kenya nginep, jadi dicurigai Bolek juga bisa berbahasa Afrika

(2) kata siapa orang bule cuma makan roti doang? Bolek mematahkan teori itu. menu-nya sehari-hari adalah aneka pasta, steak, kari udang, kadang nasi putih, ayam panggang, dll dsb. benar-benar koki yang handal!

(3) Bolek dengan penuh rasa ingin tahu selalu curi-curi pandang kalo saya lagi masak. dia gak tau aja kalo saya juga suka ngiler liat dia bikin steak hehehe :mrgreen:

(4) beberapa waktu yg lalu pas saya lagi masak dia ngomong kalo dulu pas masih kecil di Kanada, dia pernah dititipin di tetangganya yang orang Indonesia. katanya, “u know, i still remember a ittle bit about indonesian song. i just remember that the lyric is ‘duwwa duwwa’ “. oalahhh itu mah lagu ’satu-satu aku sayang ibu’! jadilah saya nyanyi lagu itu di depan bolek.

(5) puncaknya, dia minta diajarin masak masakan indonesia, yang mana sampe saat ini saya masih blm ngajarin dan berharap dia lupa pernah minta ajarin. bukan apa-apa, saya kan kalo masak bumbunya suka asal cemplung sana sini. lagian saya juga gak banyak tau istilah masak memasak dalam bahasa inggris. bisa-bisa nanti saya bilang, “okay Bolek, let’s GEPREK the garlic”.. :razz: emang bahasa inggrisnya “mari kita menggeprek bawang putih” apaan sih?

yah begitulah kondisi kami saat ini.. walaupun masak di dapur masih harus giliran, tapi paling enggak jadi kenal sama orang-orang dari belahan dunia yang lain :mrgreen:


Tiga Hari di Stockholm! Part. 2

17 October 2008

gara2 blog saya barusan di-mampir-in mbak trinity, jadi langsung semangat nerusin part. 2-nya hehe. kemarin juga sempet minta petuah2 sama beliau melalui email untuk trip selanjutnya (amiin) dan langsung dibalas dengan sangat sangat baik. that is very kind of you mbak, thank’s a lot :mrgreen:

okay, menyambung cerita. masih inget kan, klo perjalanan saya ke stockholm ini dicanangkan se-efisien dan se-memorable mungkin? mari kita lanjutkan.

hari kedua, seusai saya tes, kami memutuskan keliling-keliling secara un-planned. toh masih ada hari ketiga sebelum kami pulang. perjalanan dimulai dengan kereta api bawah tanah alias subway, sambil baca-baca panduan “what’s happening in stockholm”. tiba-tiba mata saya terpaku:

……. Oct. 11, World Cup Qualifying Match, Sweden-Portugal, Råsunda Stadion …….

tidaaaakkk.. itu artinya hari ini ada pertandingan kelas dunia!! dan lebih dahsyatnya lagi, zlatan ibrahimovic dan cristiano ronaldo sekaligus!!! (well, i’m not their fans, tapi klo dikasih kesempatan ngeliat langsung pesohor kelas dunia siapa yg gak mau siiihh!!)

akhirnya diskusi antar suami istri berlangsung ketat. nonton, nggak, nonton, nggak, nonton, …. apalagi besok ternyata ada final grand slam tenis Stockholm Open (tennis is my husband biggest passion, anyway). sambi menghitung receh demi receh (sedih amat haha), kami tetapkan bahwa nonton bola hanya akan dilakukan kalo harga tiketnya 50 krona dan mikir2 kalo 100 krona

setelah salah-salah jalan, akhirnya kami berhasil juga mengetahui rute yang benar menuju stadion. di dalam kereta api, kami ketemu para supporter bola…

Ibra (I): hi, are u going to see the football match?

Bule Swedia (BS): yeah

I: oh, where can we buy the ticket? is it sell at the stadion?

BS: ummm, there’s no ticket left.

I: ooohh *ibra dan istrinya berpandang-pandangan*

Istrinya Ibra (II): well, how much did you pay for the ticket?

BS: 300 kron per ticket. but anyway there might be tiket chop outside the stadion (klo gak salah dia ngomongnya ticket chop yg kemungkinan besar artinya calo), they’re selling the ticket but off course the price will be more expensive. maybe about 1000 kron for 1 ticket.

Ibra dan istrinya berpandangan lebih dalam *whaaaatt, batas tolerir kita aja cuma 100 kron buat 1 tiket hahaha*

akhirnya karena udah terlanjur sayang, kami tetep berangkat ke stadion dgn tujuan lumayan lah ngeliat crowded people.. sesampainya disana, terlihat calo-calo bertebaran (ya ampun ada calo juga disini), calo-nya imigran pastinya. iseng-iseng suami saya tanya sama salah satu calo, dan bener sekali harganya 1000 kron per tiket huahahaha.. ditawar gak mau, soalnya katanya “this is a big match, everybody wants to see it, so i can’t give u a lower price”. yasudah..

jalan sana jalan sini, ketemu calo lagi, bapak2 tua. and guess what, dia nawarin 800 krona UNTUK DUA TIKET! berati 1 tiket cuma dimahalin 100 krona aja. aaarrrrggghh tidaaaakk. hati sepasang suami istri ini menjadi galau. bagaimana ini, harga tiketnya “sedikit saja” di atas harga normal. trus ditawar jadi 700 kron untuk 2 tiket (yg artinya masing-masing 50 kron lebih mahal dari harga tiket aslinya),, dan bapak tua itu mau!! huaaaaaaaa…. akhirnya tu tiket dibeli deh (lupa sudah sama janji awal max. 100 kron hehehe).

dan inilah kami, menggigil kedinginan malam-malam di stockholm nonton zlatan ibrahimovic dan cristiano ronaldo sambil teriak-teriak pula. oya, bapak saya selalu bilang, “ngapain nonton bola di stadion, enak juga di teve, lebih jelas”. tapi ternyata enggak segitunya kok, tetep keliatan yang mana “si banyak tingkah ronaldo” dan yang mana “si keliatannya kalem ibrahimovic” —pembelaan diri, hehe—

foto diambil sebelum pertandingan, jadi masih kosong.. si mas kedinginan dan akhirnya menciptakan gaya baru: bukan syal sorban tapi syal sarung! huehehehe

ya pokoknya seru deh.. begitu selesai dapet tiket aja kita langsung teriak2 haha. gak percaya mo nonton pertandingan kelas dunia.

pulang-pulang, semboyan baru dicanangkan. mari kita hidup hemat! hehehehehe.. dan nonton Stockholm Open pun gak jadi

hari ketiga? jalan-jalan menyusuri kota mulai dari cityhall, trus naik katarinahissen (lihat stockholm dari ketinggian 38 meter), dan sehari sebelumnya, sebelum nonton bola, sempet juga ke masjid raya stockholm. sebagian foto-foto (siapa tau ada yg mo liat kenarsisan kami hehe) bisa di klik disini.