Category Archives: friends

Hammarkullefestivalen 2009

Hammarkullefestivalen 2009

2 minggu yg lalu, saya, suami, dan beberapa warga Indonesia yang tergabung dalam Indonesiska Kulturföreningen (Perkumpulan Kebudayaan Warga Indonesia) di Göteborg, Swedia mempersembahkan tarian melayu pada acara Hammarkullefestivalen 2009.

Hammarkullefestivalen adalah event tahunan di Göteborg yang menampilkan pertunjukkan budaya dari berbagai negara.

berikut adalah penampilan kami pada acara tersebut, hehehe.. narsisdotcom! :mrgreen:

dan ini adalah versi video-nya buat yang kepingin nonton :razz:

untuk foto2 lengkap acara tersebut, sayangnya saya gak punya.. habisnya, masa artis moto artis! hehehe.. tapi saya nemu hasil bidikan orang nih buat yang pengen liat acaranya seperti apa, silakan diklik: Hammarkullen 2009

yang jelas, acara ini merupakan salah satu ujian iman buat para lelaki.. maklum, banyak perempuan berseliweran dengan hanya pake bikini berhias bulu-bulu!

Indonesiska Kulturföreningen – Hammarkullen Festivalen 2009

masih dari sekolah bahasa

masih dari sekolah bahasa

hari ini, Matt, si bule dari Inggris (yang tiap kali dia ngomong bikin saya inget sama film Harry Potter) tiba2 nanya sama saya pas break sekolah:

“Ree-ha-na, how do you know that?”

“Know about what?”

“Know about everything, it seems like you know Swedish very much!”

hahahahahaha.. :mrgreen:

tau nggak, saya merasa beruntung menjadi orang Indonesia ketika belajar bahasa Swedia karena relatif mudah bagi kita untuk melafalkan huruf2 dalam bahasa tersebut. konsonant by the way, soalnya kalo vokal emang rada2 ribet gimanaaa gitu. huehehe..

sebagai contoh, pelafalan huruf “R” dalam bahasa Swedia sama persis seperti ketika kita mengucapkan “R” (untuk dialek di Göteborg pada khususnya, soalnya kalo di kota lain seperti di Malmö, pelafalan huruf R-nya seperti pelafalan huruf R dalam bahasa Perancis) . anyway, kasian si Matt, sampe mukanya merah jambu dan keliatan mau meledak tetep aja gak keluar tu huruf “R”.

contoh yang lain lagi, guru saya sampe beratus2 kali ngasih tau kalo “NG” itu (mostly) dibacanya “eng” (seperti cara kita membaca “NG”). sehingga kata “pengar” yang artinya “uang” dibaca sebagai “pengar”. bukannya “peng-gar”. untuk kasus ini, temen2 saya banyak banget yg teteeep aja gak bisa.

oya, selain itu, ternyata bahasa Indonesia dan Swedia juga memiliki beberapa kesamaan. contoh: handduk-handuk, kontor-kantor, långsam-langsam, precis-persis, dll dsb. agak penasaran juga, apakah bahasa Indonesia untuk kata2 tsb merupakan serapan dari bahasa Belanda? kalo gitu gak aneh sih.. Swedia relatif dekat dengan Belanda, sementara Belanda pernah menjajah kita. tapi kalo bahasa2 itu bukan serapan dari bahasa Belanda, weww emang cukup aneh. saya pernah baca salah satu artikel yang ditulis mahasiswa di website PPI Swedia. menurut yg nulis, mungkin aja dulu ada pelaut Jawa yg nyasar sampe Swedia sehingga bahasa kita bisa mirip. karena eh karena, dlm bahasa Swedia ada ungkapan “Javisst!” alias “oh, oke” yang kurang lebih mirip2 sama bahasa Jawa “Ya wis!” huehehehehehehehe :mrgreen:

bicara soal bahasa, ada lagi yg lucu.

bagi yang muslim dan minimal bisa baca huruf arab, tentunya tau kalo dalam bahasa Arab itu ga ada pelafalan “P”. adanya “F” dan “B”. nah, suatu hari saya diceritain sama temen saya. mengacu kepada perkembangan jaman, orang2 arab masa kini menggunakan ungkapan Papa-Mama/Papi-Mami untuk panggilan oleh anak2nya. di lain sisi, bagi mereka naudzubillah susahnya melafalkan huruf “P” yang kemudian dipermudah oleh mereka menjadi “B”.

lanjut cerita, suatu hari temen saya itu berkunjung ke rumah saudaranya (temen saya menikah dengan orang Arab anyway), nah di keluarga itu mereka membiasakan anak2nya untuk memanggil orang tua dengan ucapan Papi-Mami. begitu duduk di ruang tamu, saudara teman saya tsb ingin memperkenalkan anak-anaknya kepada temen saya. dan dia pun memanggil anak2nya untuk datang ke ruang tamu, “ayo.. ayo.. sini sama BABI..” :GUBRAKS!:

catatan: seluruh cerita dan kejadian dalam posting kali ini adalah benar adanya dan bukan merupakan rekayasa

cerita tentang sebuah pelarian

cerita tentang sebuah pelarian

masih ingat cerita saya ttg kawan baru dari eritrea? ya, hari ini sudah hampir 3 bulan kebersamaan saya dengan teman-teman sekolah bahasa. kami sudah semakin akrab dan mulai banyak ngobrol satu sama lain. walaupun masih pake bahasa inggris dan kadang diselingi bahasa tarzan hehehe..

dari 3 orang kawan saya yg berasal dari eritrea, saya paling akrab dengan yg laki-laki. bukan apa-apa, masalahnya yg paling fasih bahasa inggrisnya cuma dia diantara 2 kawannya yg lain.

kemarin, kebetulan saya lagi iseng merhatiin bahwa dia pake cincin kawin. lanjut aja saya tanya, “kamu udah nikah ya?”. dia jawab, “ya, tp istri dan anak perempuan saya tinggal di inggris”. saya tanya lagi, “lho, kok bisa? kenapa kamu disini? kenapa gak tinggal sama mereka?”. dia jawab, “karena mereka pergi dari negara saya ketika saya sedang dipenjara”.

dan mengalirlah cerita ttg apa yang selama ini hanya saya dengar dari tv. negara mereka tidak sedang dalam keadaan perang kawan. tp pemerintah disana membelenggu kebebasan mereka dalam berkeyakinan. yang saya tidak habis pikir, meskipun teman saya itu beragama sama dengan pemerintah, tp karena mereka berbeda aliran, maka teman saya harus dipenjara selama 1 tahun! pun ditambah bahwa memang teman saya adalah aktivis. anyway, bukan. negara mereka bukan negara muslim.

teman saya bilang, “semua keluarga saya sudah keluar dari negara saya. hanya saya yg waktu itu tertinggal karena harus dipenjara”. saya tanya, “lantas, kenapa kamu ada disini? kenapa kamu memilih tinggal disini? kenapa gak di inggris dengan keluarga kamu?”. dia jawab, “karena cara saya berbeda dengan keluarga saya. saya keluar dari negara saya dengan cara ilegal”.

dan kawan, tahukah kamu apa yg dimaksud dengan cara ilegal? mereka harus membayar puluhan ribu dollar kepada agen dari negara tetangga untuk bisa menyalurkan mereka ke negara-negara eropa. sementara untuk mencapai negara tetangga tersebut, mereka harus mengarungi gurun, gurun, dan gurun. SELAMA 7 HARI DENGAN BERJALAN KAKI.

sungguh saya gak bisa membayangkan bagaimana penderitaan mereka.

teman saya sekarang ini tidak memiliki paspor negaranya (kebayang? he is a citizen of nowhere! jadi inget film “The Terminal“..). tapi dia memiliki swedish ID card karena hidupnya ditanggung oleh pemerintah swedia. dan tentang keluarganya, tenang kawan.., aplikasi kepindahannya ke inggris sedang diurus saat ini. semoga 2 tahun pengorbanannya jauh dari keluarga bisa segera usai.

denger cerita ini, saya jadi lebih bersyukur. sejelek-jeleknya negara saya, ternyata masih jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain nun jauh disana.

ahh.. dunia. kapan sih kita bisa hidup damai?

apa kabar, nad?

apa kabar, nad?

nad, masih inget gue gak?

gak kerasa.. udah hampir 4 tahun kita gak kontak lagi ya..

nad, masih inget 9 tahun yg lalu?

waktu kita masih kelas 2 SMP.. elo pertama kali ke rumah gue untuk ngerjain tugas kelompok: bikin puding karamel buat pelajaran tata boga hehehe..

sayang, 1 tahun kemudian kita gak satu sekolah lagi. elo pergi nad, pergi meraih cita-cita lo, masuk sekolah atlet di ragunan.

nad, sejak saat itu sebenernya gue udah yakin. lo pasti bisa nad. lo pasti sukses.

nad, mungkin gue bukan temen yg baik ya..

elo selalu ngasih kabar ke gue, gimana perkembangan lo di klub.. kemarin bertanding di mana aja.. dan ketika 5 tahun yg lalu lo cerita lagi di bandung, gue tetep aja gak bisa liat lo tanding.. padahal gue saat itu masih tinggal di bandung.

nad, lo gak marah kan?

lo mungkin gak tau, betapa terharunya gue ketika 4 tahun yg lalu, lo kirim sms ke gue, bilang kalo lo akhirnya masuk pelatnas. lo bilang, karena gue selama ini selalu ngedoain elo, jadi lo merasa gue termasuk salah satu dari beberapa orang yang harus diberitahu langsung kabar gembira ini. ah…, kayanya itu terlalu berlebihan buat gue nad.

nad, sejak saat itu, kenapa elo gak ngabarin gue lagi?

bukan gue egois nad, tapi selama ini selalu elo yang ngehubungin gue. kenapa sih nomer hp lo mesti ganti2 nad! :(

nad, 3 tahun yg lalu gue nikah nad, gue pengen bagi kabar gembira ini ke elo, pengen elo dateng ke kawinan gue. tapi seperti biasa, nomer hp lo gak bisa dihubungin. bodohnya, catatan nomer telepon rumah elo juga ilang :(

nad, masih inget kan jalan ke rumah orang tua gue?

ah bukti kalo gue ternyata memang egois. beberapa kali lo tiba2 muncul ke rumah. sementara gue, belum pernah sekalipun dateng ke rumah lo.

nad, udah gak suka ngibulin orang lagi kan?

gue sih selalu inget sama jailnya elo nad. jangan kayak gitu lagi ya! ntar laki-laki ga ada yg mau loh! hehehe..

nad, gue jg masih inget.. waktu gue titip salam buat atlet “favorit” gue, lo bilang “males ah ri, anaknya suka clubbing!”. hee.., gue malah tau duluan dari elo daripada dari infotainment ;)

nad, biar elo tau, walaupun gue bukan temen yg baik, tapi gue selalu berusaha cari tau tentang elo nad.. selalu girang ketika nama lo ada di koran. mencoba cari tau nama pasangan main lo siapa. dan mencoba cari kabar tentang elo semampu yang gue bisa.

nad, lo mungkin gak tau..

betapa hebohnya gue ketika elo kemarin ini main berpasangan sama Vita Marisa! walaupun lo udah gak di pelatnas lagi, tapi itu bukti kalo elo emang hebat nad!

nad, gue coba cari-cari video permainan lo kemarin di “Yonex Sunrise Indian Open 2009″. dan akhirnya ketemu! akhirnya gue bisa liat lo lagi nad!

nad, awalnya gue ragu..

apa itu elo yg selama ini gue tunggu kabarnya. habis mata lo kok jadi sipit sih nad? apa syaratnya jadi pemain bulu tangkis itu harus sipit ya? hehe.. tapi liat wajah dan gaya rambut lo (yg gak berubah sejak gue pertama kali kenal elo), gue jadi yakin.. dan tambah yakin denger teriakan elo yg khas. keren abis nad!! jadi runner-up Indian Open 2009 bener-bener prestasi yg luar biasa! nanti kalo ketemu pasangan Cina itu lagi, kalahin ya nad!

nad, gue yakin..

suatu saat elo bakal main di Uber Cup.. suatu saat elo juga bakal jadi pemain bulu tangkis ganda putri yg legendaris.

nad, hubungin gue kek.. bener2 lupa sama gue ya?

tapi yang pasti, gue akan terus support elo lewat doa nad… walaupun mungkin, kita gak bisa ketemu lagi.

i’m so proud of you: Nadya Melati

winter telah tiba!

winter telah tiba!

yak betul para pemirsa sekalian, winter telah datang ke gothenburg!

tanda2nya adalah sebagai berikut. day light saving sudah dimulai, waktu disini dimundurkan satu jam (nanti balik lagi ke waktu biasa kalo udah masuk perbatasan spring-summer).. jadi sekarang bedanya dengan WIB adalah 6 jam lebih lambat.. berdasarkan perubahan alam juga bisa diketahui dari suhu yang mulai do re mi, do re mi.. kadang-kadang waktu pagi ato malem bisa jadi minus.. kalo udah gini trus keluar rumah, kumat deh kampungannya: “main-hembus-hembus-nafas-di-udara” :mrgreen:

sedangkan tanda-tanda secara fisik yang saya alami adalah: bibir pecah-pecah, kulit kering, dan sulit bangun pagi karena selimut lebih menggoda.

anyway, weekend kemarin saya diundang sebagai additional player ke rumah profesor-nya suami saya, profesor erik. knp additional player? karena cuma saya satu-satu-nya yg diundang yg bukan anak bimbingan profesor yg mana pula diam-diam saya menyadari bahwa saya satu-satunya yg lulusan S1 hahaha. tapi pede aja lagi.. ya gak.

lanjut cerita, jadi yg diundang kemarin adalah: suami saya dan istrinya, mas tsani (PhD student dari indonesia juga), chalita, pratompong, dan nattawut (ketiganya adalah PhD student dari Thailand -ada 1 lagi, Orada tapi gak dateng-).

ada beberapa hal yang menarik dari para thailand-er ini. ternyata kalo di thailand, tiap orang memiliki nama panggilan dgn gaya barat yg sama sekali gak nyambung sama nama mereka. contohnya: Chalita = Fone, Pratompong = Jack, dan Nattawut = Chez.

ah ya, ada satu lagi. saya selalu gak tahan pengen manggil Chalita dengan sebutan Mbak atau Pratompong dengan sebutan Mas, dan mengajak mereka ngobrol dengan bahasa indonesia. bukan apa-apa, wajah mereka itu seperti wajah-wajah yang biasa saya temui di indonesia.

inilah wajah-wajah mereka:

dari ki-ka: mas ibra, jack, erik, gabriella, chez, fone, dan saya

pulangnya, kebetulan erik berencana keluar rumah yang searah dengan arah rumah kami. akhirnya saya dan suami diajak untuk bareng naik mobilnya. begitu kami keluar rumah… waw, terlihat mobil erik yang membeku! hahahaha.. butuh 5 menit untuk mengerik lapisan es di kaca depan (jadi inget bapak saya, wah kalo beliau tinggal di negara 4 musim, apa bisa “tega” ya untuk mengerik-ngerik kaca mobil pas musim dingin).. yg saya maksud benar-benar lapisan es, karena salju blm turun disini.

yak ini sekilas update minggu ini.. mohon maaf karena sepertinya i’m not in the best mood for writing, because ya you know.. it’s winter.. godaan tidur dan berselimut itu sangat besar (terutama untuk manusia dari daerah tropis seperti saya, hehehehehe…)