BLW (Baby-Led Weaning)’s Diary: Usia 8-9 Bulan

BLW (Baby-Led Weaning)’s Diary: Usia 8-9 Bulan

wow, semakin kesini ternyata semakin gak sempet mo nulis review BLW. selain karena udah mulai balik lagi ke Swedia, Raya yang makin gak bisa diem dan ditinggal lama, juga karena mood males nulisnya kumat lagi hehehe.

review 8-9 bulan ini akan diawali dengan berita baik. alhamdulillaah, setelah di tes darah lagi, alergi telur Raya udah hilang! dimulai dari cerita ke dokter sini, ” dok, saya tu ngasih kuning telur ke anak saya, tapi emang telur organik sih (wedeww, bingung njelasin telur ayam kampung ke dokter swedia) dan ternyata gak apa-apa lho dok.” trus kata dokternya, “wah, masa? kalo gitu kita tes lagi aja deh alerginya.” daaaan alhamdulillaah lagi, baik udang maupun kacang pun Raya juga gak alergi. tenang rasanya, selain bebas berkreasi masak buat Raya, ibunya juga bebas melahap makanan apapun =))

oya, makanan Raya udah mendekati makanan orang dewasa pada umumnya lah. karbo+lauk pauk dengan sarapan tetep buah.

  • SUDAH MAKAN APA SAJA?

    Buah:

    plum, jeruk, pir, apel, melon, semangka, alpukat, belimbing, jambu air, pisang, alpukat, mangga, strawberry, pepaya + sawo (jangan ditiru, harusnya sawo 12+ xixixi, alhamdulillah Raya doyan dan gak ada masalah) + kiwi

    Sayuran:
    lobak, brokoli, kembang kol, buncis, labu siam, baby corn, zucchini, kacang panjang, seledri, terong ungu, paprika hijau, wortel, timun + sawi hijau, sawi putih, bayam, jamur.

    Karbohidrat:
    kentang, beras putih, labu parang, dan gandum (oatmeal), beras merah, labu kuning, singkong, ubi ungu, ubi cilembu, dan rice spaghetti +roti
    .

    Protein Nabati dan Hewani:

    daging ayam, daging sapi, kacang merah, kacang hijau, tahu, tempe + red lentils, salmon, tuna

    DAIRY PRODUCT:

    butter, keju + yoghurt, krim masak
    .
  • JADWAL MAKAN
    bangun tidur: buah
    jam 9-10: sarapan (bubur ato yoghurt, kadang makanan berat)
    jam 12: makan siang
    jam 3: buah
    jam 5-6: makan sore
    .
  • REAKSI TERHADAP MAKANAN
    nah, poin pentingnya adalah, mulai umur 8,5 bulan Raya sesekali disuapi. selain saya yang pingin, Raya juga (kadang) gak menolak. buat saya pribadi sih gak apa-apa, toh esensi BLW bukan hanya anak bisa makan sendiri, tapi bagaimana anak mengontrol makanannya sendiri. selain itu, tujuan paling utama saya adalah membiasakan Raya bisa mengunyah sejak dini dan tidak menolak tekstur makanan apapun bentuknya. berhubung punya pengalaman adik yang baru bisa ngunyah setelah hampir lulus SMP (beneraaan, makannya bubur/nasi-sop tiap hari), maka saya meniatkan sejak dini bahwa Raya gak boleh kaya gitu. dan alhamdulillah, berhasil. jadi bagi saya sih, BLW Raya bisa dibilang udah menunjukkan hasil manisnya =) udah hampirrr gak pernah oek oek (paling kalo mulutnya kepenuhan aja *doh -__-”) dan sejak umur 8 bulan udah bisa ngunyah ayam bertulang, burger daging, tanpa masalah. Raya udah makan seperti manusia  dewasa lah *kecuali bagian acak-acakannya hehehe
    .
    mengenai picky-eater, well, ada yang bilang it’s on the gene. mudah2an aja Raya gak seperti ibu tapi ikut bapaknya hehe. meskipun pada akhirnya sekarang Raya udah bisa nunjukkin preferensi terhadap makanan. ada yang dia suka banget, gak suka, gak begitu suka, biasa aja, dll. buat saya. it’s not really a problem. pelan-pelan aja. toh emang makanan Raya masih minim bumbu. who knows nanti kalo makanannya udah bergulgar hehehe.
  • PUP dan SEMBELIT
    normal, setiap hari. alhamdulillah gak pernah sembelit lagi hehe.
    .
  • TIPS dan TRIK
    kalo ada yang mau nyari inspirasi RESEP BLW atau MAKANAN APA YANG BISA DITERAPKAN, saya buka album foto yang ini buat publik hehe. siapa tau ada manfaatnya.

demikian diary BLW Raya kali ini =)

BLW (Baby-Led Weaning)’s Diary: Usia 7 Bulan

BLW (Baby-Led Weaning)’s Diary: Usia 7 Bulan

udah hampir 3 bulan Raya ber-BLW, alhamdulillah.. terimakasih yang paling besar harus disampaikan buat Bapaknya Raya, Enin, dan Engki-nya yang mendukung sepenuhnya metode BLW sejak Raya mulai MPASI.

buat Bapaknya Raya yang selalu percaya akan hasil riset koboi istrinya, hehe. dan buat Engki dan Enin yang dengan senang hati belanja buah dan sayuran, masak, sampe promosi ke orang-orang kalo Raya pake metode BLW dan acara makan selalu happy!

diary 7 bulan ini agak telat publish karena sebentar lagi harusnya udah publish yang 8 bulan hehehe. berikut catatan MPASI Raya selama umurnya 7 bulan:

  • SUDAH MAKAN APA SAJA?

    Buah:

    plum, jeruk, pir, apel, melon, semangka, alpukat, belimbing, jambu air, pisang, alpukat, mangga, strawberry, pepaya + sawo (jangan ditiru, harusnya sawo 12+ xixixi, alhamdulillah Raya doyan dan gak ada masalah)

    Sayuran:
    lobak, brokoli, kembang kol, buncis, labu siam, baby corn, zucchini, kacang panjang, seledri, terong ungu, paprika hijau, wortel, dan timun.

    Karbohidrat:
    kentang, beras (lontong), labu parang, dan gandum (oatmeal) + beras merah, labu kuning, singkong, ubi ungu, ubi cilembu, dan rice spaghetti
    .

    Protein Nabati dan Hewani:

    daging ayam, daging sapi, kacang merah, kacang hijau, tahu, dan tempe
    DAIRY PRODUCT:

    butter dan keju
  • JADWAL MAKAN
    pagi hari Raya selalu makan buah dulu (menganut prinsip food combining bahwa buah lebih baik dicerna saat perut kosong). sementara siang Raya biasanya makan makanan lengkap (karbo+protein+sayur), lalu malamnya ditutup dengan karbo+sayur. umur 7 bulan ini saya udah mulai bereksperimen dengan resep dan membuat one-dish-meal dari beberapa jenis makanan. meskipun demikian, makanan dalam bentuk aslinya masih lebih sering saya hidangkan (ingat bahwa salah satu poin BLW adalah supaya anak tau makanan dalam bentuk dan tekstur aslinya!)
    .
  • REAKSI TERHADAP MAKANAN
    refleks motorik Raya terhadap makanan sudah sangat sangat baik. di umur 7 bulan, dia tidak hanya bisa memakan makanan yang menyembul ke atas dari genggamannya tapi juga dari bawah dan menghabiskan seluruhnya yang ada dalam genggamannya.
    ..
    gerakan menggebrak agak menghilang tapi gerakan meremas selalu ada huehehehe. maskeran juga teteepp, plus krimbat karena Raya hobi garuk2 kepala =))
    .
    alhamdulillah reaksi alergi Raya mulai berkurang, terutama yang dari ASI, karena waktu umur Raya 7 bulan saya masih belum berani ngasih makanan yang berpotensi alergi langsung pada Raya.

    bonusnya adalah, 2 gigi bawah Raya tumbuh ketika umurnya 7.5 bulan dan 2 gigi atas menyusul tumbuh ketika umurnya hampir 8 bulan :mrgreen:
     
  • PUP dan SEMBELIT
    alhamdulillah Raya udah gak pernah sembelit lagi. tekstur pupnya pun (maaf) konsisten, ketika makan banyak beras merah teksturnya akan padat sementara ketika banyak konsumsi jeruk teksturnya akan sedikit lunak.
  • TIPS dan TRIK
    just follow your baby’s intuition. BLW is fun for both of you and your baby. trust me! ;)

demikian diary Raya ber-BLW ketika umurnya 7 bulan. diary ketika umur 8 bulan kayanya harus ditulis dari Swedia hiks hiks. barokah selalu ya nak, aamiin!

BLW (Baby-Led Weaning)’s Diary: Usia 6 Bulan

BLW (Baby-Led Weaning)’s Diary: Usia 6 Bulan

alhamdulillah.. seneng dapat beberapa komen yang bilang “nyasar” kesini karena mau nyari tau tentang BLW. semoga bisa memberi manfaat ya.. sebagai lanjutannya, akan dibuat BLW The Series *halaaahh*: perjalanan MPASI Raya yang mengikuti “aliran” BLW di bulan pertamanya (usia 6 bulan). berikut beberapa catatannya:

  • SUDAH MAKAN APA SAJA?

    Buah:

    plum, jeruk, pir, apel, melon, semangka, alpukat, belimbing, jambu air, pisang, alpukat, mangga, strawberry, dan pepaya.

    Sayuran:
    lobak, brokoli, kembang kol, buncis, labu siam, baby corn, zucchini, kacang panjang, seledri, terong ungu, paprika hijau, wortel, dan timun.

    Karbohidrat:
    kentang, beras (lontong), labu parang, dan gandum (oatmeal).
  • JADWAL MAKAN
    kalo lagi di rumah dan gak kemana-mana sih biasanya Raya makan 3x sehari. menjelang umur 7 bulan, kadang saya kasih kesempatan makan 4x sehari. tapi bener-bener liat mood dia aja. kadang tidur kelamaaan jadi makan siangnya pernah kelewat,, ya sudah. toh masih ASI asupan utamanya =)
    untuk makan pagi, Raya selalu buah (menganut pronsip food combining bahwa buah lebih baik dicerna saat perut kosong). sementara makan siang seringnya karbo dan makan malam seringnya sayuran.
    .
  • REAKSI TERHADAP MAKANAN
    Raya termasuk yang antusias terhadap makanan. sejak pertama kali memulai BLW, dia langsung memasukkan makanan ke dalam mulut. mungkin karena doyan ngembat apapun masuk ke dalam mulutnya,, termasuk jempol emaknya -__-”
    menginjak minggu ke-3, antusiasme-nya sedikit berkurang. sepertinya karena waktu makan-nya lebih banyak dipakai untuk bereksplorasi ketimbang makan (kebalik ni anak, makan dulu baru di-eksplor wkwkwk). tapi hal ini normal kok berdasarkan buku BLW. setelah grafik memuncak, memang akan sedikit menurun untuk kemudian naik lagi.
    .
    kalo awalnya gerakan tangan Raya hanya memasukkan-makanan-ke-mulut, sekarang ada gerakan baru: meremas-remas dan gebrak-gebrak meja hehe. kadang emang gemes pinginnya ngasih makanan yang gak mudah hancur/gak bisa diremes, tapiiiii inget bahwa salah satu poin BLW adalah untuk membiarkan anak merasakan bagaimana tekstur, bentuk, dan rasa dari suatu makanan. biarkan dia tau bahwa alpukat itu mudah hancur (dan bisa dijadikan masker wkwkwkw).. soon they will know how to handle those kind of food =)

    untuk koordinasi tangan-mata-mulut menurut saya makin baik. pas umur awal 6 bulan masih pake tangan kanan dan kiri secara individual, belakangan tangan kanan dan kirinya udah mulai kerjasama: si kiri membantu si kanan untuk memasukkan makanan ke dalam mulut, makanan dipindah-pindah tangan kanan-kiri, dll. alhamdulillah sejak awal BLW Raya udah mulai belajar ngunyah. kalo diperhatiin suka pindah-pindah makanan dari pipi kiri ke kanan. ngunyah-nya pun bisa cukup halus (sampe hasil kunyahannya bisa berbentuk jus apel ato jus pir).
    ..

    beberapa makanan ngasih reaksi ke Raya. berhubung Raya punya riwayat alergi, saya memperhatikan betul gimana reaksi yang terjadi. rule-nya biasanya adalah 1 jenis makanan baru tiap hari. kalo lebih dari itu, nanti bingung mana yang ngasih reaksi. so far, sepertinya Raya intolerance terhadap terong ungu (ruam merah dan bengkak2 seketika setelah selesai makan, tapi gak sampe 1 jam langsung hilang gak berbekas) dan kemungkinan alergi terhadap gandum/wheat (ada bruntus2 merah keciiiiil tapi gak bikin dia gatal dan area-nya pun gak luas). sementara ini pemberian kedua makanan tersebut saya stop. gandum bakal saya coba lagi waktu umurnya nanti 8 bulan-an lah.
  • PUP dan SEMBELIT
    berdasarkan pengalamannya mbak Adhya yang nerjemahin buku BLW ke bahasa Indonesia, anaknya baru benar-benar menelan dengan sengaja waktu dia berumur 7 bulan. dan sejak saat itulah pup-nya memadat. nah kalo saya perhatiin, Raya malah seminggu sejak ber-BLW pupnya sudah memadat!!  alhasil Raya juga udah pernah ngerasain sembelit :’(
    .
    yahh, pada akhirnya dianggap blessing in disguise karena bagaimanapun itu adalah bukti bahwa makanan yang tertelan sama Raya cukup banyak =P
    tapi tetep inget yaahh, orientasi utama BLW adalah pada proses, bukan hasil. insyaAllah kelak hasil manis-nya bakal keliatan kok =)
  • TIPS dan TRIK
    ini berdasarkan pengalaman pribadi aja lho.. yang benar datangnya dari Allah SWT sementara yang salah dari saya sendiri hehe. saya selalu menyajikan buah dalam keadaan segar (baik pir ataupun apel). gak usah khawatir terlalu keras, percaya deh sama gusi bayi kita! Raya sampe sekarang juga belum keliatan mo tumbuh gigi wkwkwk.
    .
    kentang menurut saya lebih baik dipanggang dengan kulitnya (bagian yang paling banyak mengandung vitamin C pada kentang terletak tepat di bawah kulitnya). zucchini dan labu parang juga biasanya saya panggang, jadi gak terlalu berair =) untuk sayuran selebihnya saya kukus aja.
    .
    oya, waktu Raya sembelit, saya ngasih jus melon untuk diminum dengan cara mengisi sendok untuk Raya pegang dan masukkan ke dalam mulutnya sendiri. belakangan, saya juga ngenalin garpu (di buku BLW, lebih disarankan untuk ngenalin garpu terlebih dulu sebelum sendok). biasanya untuk makanan yang teksturnya lembek, jadi dicocol lah makanan itu pake garpu dan kasihkan garpunya ke Raya.  garpu emang agak sedikit tricky sih, hati-hati jangan yang bentuknya “tajam”. boon benders cutlery menurut saya cucok banget, siluet garpunya membentuk seperti sendok jadi aman insyaAllah. sendok-garpu nya si boon ini juga bisa diputer2 bengkok ke segala arah. mudah-mudahan kepake lama.. *pssssttt, dapet murah beli di E-Bay wkwkwkwkw

    nah untuk pengenalan dengan gelas, sementara ini masih saya bantu (pegangin “pantat gelas” dari bawah). awalnya sih pake gelas plastik biasa atau kadang doidy cup trus dikasih sedotan. lucunya, Raya sejak disodorkan minum dengan gelas itu udah langsung ngerti cara make sedotan-nya. tapiiiii akhir-akhir ini tu sedotan malah digigit-gigit =)) akhirnya sekarang pake doidy aja *lagi-lagi dapet di bawah harga pasaran karena beli di E-Bay =))
    .
    overall, menurut saya barang-barang itu sama sekali GAK WAJIB. cuma kebetulan aja Raya punya dan saya mau sekalian nge-share reviewnya terkait dengan BLW. ini juga masih komat-kamit berdoa semoga bisa berguna lama *maklum emak irit =))

yah, berikut adalah perjalanan MPASI Raya selama sebulan ini dengan metode BLW. doa ibu, semoga apa yang kamu makan selalu barokah ya nak.. aamiiin =)

½ tahun Raya…

½ tahun Raya…

alhamdulillaahirabbil’aalamiin tanggal 26 Oktober genap sudah 6 bulan Raya hadir di dunia ini =)

selama 6 bulan ini, banyak cerita2 kebahagiaan yang sudah Raya berikan terutama pada kami, orang tuanya. perkembangan yang membuat takjub dan tak henti2nya disyukuri. bapak dan ibu love you, Tsuraya!

  • MUDIK

    umur 6 bulan 6 hari, Raya mudik ke Indonesia. yay! perjalanan yang lumayan panjang, 24 jam dari bandara ke bandara dengan transit 5+1 jam. take off dan landing alhamdulillah smooth, pokoknya sumpel nenen aja =))
    .
    perjalanan mudik terbagi jadi 2: gothenburg-istanbul (masih ada Bapak), istanbul-singapur-jakarta (hanya ibu dan Raya, karena Bapak harus ke Cape Town dan baru nyusul mudik bulan depan). naaahh, inilah tantangannya karena ternyata Raya gak suka tidur di baby bassinet huhuhu. tiap udah ketiduran, begitu ditaruh di bassinet langsung nangis… kalo udah pulessss banget baru bisa ditaruh. alhasil lumayan dehhh, eike pegel2 karena Raya maunya bobo di pangkuan ibu….
    .
    oke, tantangan berikutnya adalah jetlag! sampe tulisan ini dipublish (means udah seminggu Raya di Indo), tidurnya masih kebalik2. sempet baru bangun jam 1 siang. haduuuuhhh. emaknya juga ikutan jadi bangun siang deh =))
    ..
  • MPASI

    ok, seperti yang udah di post sebelumnya, Raya curi icip2 buah h-7 sebelum umurnya 6 bulan hehehe. so far, di umur Raya yang udah 6m2w ini, Raya masih full BLW. belum pernah makan bubur, belum pernah baru sekali disuapin. gara2 sembelit, sekali itu akhirnya disuapin jus melon deh (tapi tetep dia pegang sendok, dan jus sebisa mungkin dia yang masukin ke mulut). apa boleh buat, diniatin buat obat soalnya. huhuhu…. rasanya terluka banget ngeliat anak jerit2 kesakitan gak bisa pup =’(
    .
    setelah ditilik2 sih kayanya karena kurang cairan (ibunya juga kurang minum selama perjalanan di pesawat), pleuuss si non kecil makannya hap hap hap dan waktu itu menunya kentang. kayanya itu sih yang jadi tersangka. alhamdulillah setelah minum jus melon dan makan melon potong, pupnya lancarrr. jangan lagi2 ya Allah, aamiin.
    .
    so far, Raya udah makan buah: apel, pir, mangga, melon, jambu air, alpukat, plum, jeruk, pepaya, semangka.
    sementara sayurannya: zucchini, brokoli, kembang kol, labu siam, kacang panjang, buncis, seledri. karbonya baru kentang aja.
    …….
  • PERKEMBANGAN FISIK DAN MOTORIK

    sampe hari terakhir sebelum mudik, Raya belum bisa balikin badan dari posisi tengkurep huekekeke. baru beberapa hari di Indo, alhamdulillah udah bisa. plus, udah mulai onggong2, sikap siaga mau maju, dan merangkak di tempat (karena tangan masih ngerem). tapi kayanya gak begitu melewati fase ngerayap deh dia, langsung ngangkat badan aja maunya. dasar bayiiii, emang unik dan gak bisa ditebak =))
    .
    oya, Raya juga udah mulai responsif kalo dipanggil nama sejak umur 5 bulanan kayanya. daaann, udah mulai mengenal rumah dan keluarga terdekatnya. kalo dibawa ke rumah orang trus keliatan gak ada ibunya kadang suka nangis. makanya butuh waktu juga untuk penyesuaian sama keluarga di Indo. alhamdulillah setelah 2 hari-an udah mulai bisa “dipisah” sama ibunya.
    .
    kosakata Raya juga udah mulai banyak: meh, ngkeh, cah, mpuh, deh, nggih, nggaaa, cih,,, apa lagi ya? gak dicatetin sih, padahal Bapaknya nyuruh nyatet :mrgreen:
    .
    waktu umur Raya 6 bulan kurang 1 hari, sempet ditimbang dan diukur. berat Raya waktu itu 8,03 kg dan tingginya 66,7 cm. berat Raya “hanya” naik 60 gr dalam seminggu (3 minggu sebelumnya, berat Raya 7,96 kg), akhirnya dokternya memutuskan untuk tes alergi deh. cerita selengkapnya di poin yang lain.
    .
  • ALERGI

    sejak umur 2 bulanan, saya udah curiga kalo Raya kena DA (Dermatitis Atopi). walaupun ibu dan bapaknya sama sekali gak punya alergi, asma, maupun eksim, tapi kita sama-sama ngebawa gen dari kedua belah pihak.
    .
    berdasarkan pengamatan sementara, DA Raya makin parah kalo saya makan kacang dan udang (Raya, alhamdulillah masih fully breastfeed, makanya apa yang saya makan akan berpengaruh ke dia). oya, yang dimaksud kacang dan udang bukan hanya dalam bentuk asli lho; kerupuk udang, petis, terasi, juga punya efek yang sama :’(
    telur juga bikin pipinya merah tapi gak ngebikin super gatal kaya kacang atau udang.
    .
    selama ini saya selalu konsul ke perawatnya Raya. tapi gak terlalu direspon serius. suatu ketika, giliran kontrol ke dokter, eh kok ya pas berat badan Raya gak begitu bagus naiknya. belum sempet dokter nanya, saya udah cerita tentang DA-nya Raya. alhasil, Raya pun dites alergi dengan 2 metode: metode skin prick test (hasil cepat, tapi kalo negatif biasanya gak akurat) dan blood test (akurat, harus nunggu 2 minggu). karena keburu mudik ke Indo, sementara ini baru dapet hasil dari skin testnya aja: Raya positif alergi telur. huhuhuhu.. tapi kata dokter, most children will outgrow this allergy. semoga secepatnya buat Raya.. aamiin. pingin nyoba telur ayam kampung atau telur bebek sih mumpung lagi di Indo. nanti lah kalo udah 8 bulanan. masih harap2 cemas nunggu yang hasil tes darah nih..
    .
    oya, kenapa dokter jadi curiga ada alergi ketika ngeliat growth chart-nya Raya? karena ternyata, alergi gak cuma menimbulkan reaksi ruam kulit atau sesak nafas, tapi juga bisa menimbulkan radang di pencernaan sehingga nutrisi tidak bisa terserap secara optimal. hiks, kasiannya anak ibu… semoga segera sembuh total ya nak..
  • VAKSINASI
    selain vaksinasi DPT, Polio, HiB, dkk tahap ke-2 waktu Raya umur 5 bulan, Raya juga disuntik BCG. vaksin BCG memang gak wajib di Swedia, tapi karena kita mau pulang ke Indo -yang notabene endemik TBC- maka disuntiklah Raya sebelum mudik.

nah, demikian ringkasan super ringkas dari 6 bulan pertama dalam hidup Raya. gak kerasa, udah gede aja kamu nak… dipikir2, bayi tu luar biasa ya.. 6 bulan hidupnya aja udah banyaaaaakk perkembangan yang terjadi. coba kita manusia dewasa, tiap tahun kayanya gini2 aja. tambah pikun sih iya =)

makin besar ya Tsuraya, semoga makin pintar, cerdas, dan sholihah. teriring doa selalu untukmu, wahai penyejuk hati =)

“Ya Rabbku, ilhamkanlah padaku untuk bersyukur atas nikmatmu yang telah Engkau karuniakan padaku juga pada orang tuaku. Dan ilhamkanlah padaku untuk melakukan amal sholeh yang Engkau ridhoi dan perbaikilah keturunanku”{QS. Al Ahqof [46] : 15}

Road to MPASI alias Makanan Pendamping ASI – Part II

Road to MPASI alias Makanan Pendamping ASI – Part II

yuk mari lanjuuuttt…

oke, masih tentang BLW.. keliatannya simple banget ya metode BLW ini? eits tunggu dulu, gak ada metode yang tanpa tantangan. jadi kembali lagi, apapun metode-nya, asal kita konsisten dan sepenuh hati insyaAllah lancar, aamiin!

berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ber-BLW

DO’s

  • mulai ajak bayi untuk ikut berpartisipasi dalam acara makan keluarga sejak dini. bayi tidak perlu  ikut makan dan orang tua dapat menunggu sampai usia bayi 6 bulan.
  • posisi duduk bayi harus tegak! hal ini untuk mencegah resiko tersedak pada bayi. kalo bayi belum bisa duduk tegak gimana? bisa dimulai dengan dipangku dulu, atau pake high chair yang lumayan menopang sehingga posisi bayi bisa tegak.
  • mulai dengan finger food (makanan yang mudah digenggam) dan tekstur cukup lembut (boleh soft cooked, mudah dihisap, dll).
  • tetap perhatikan variasi dalam makanan (rasa, warna, tekstur, nutrisi), asal jangan berlebihan dan membuat bingung.
  • coba tawarkan kembali makanan yang awalnya sempat ditolak. bayi seringkali mengubah pikirannya dan memakan makanan yang tadinya ia tidak mau.
  • ASI (atau sufor) tetap yang utama. jangan lupa air putih. awalnya, bayi BLW hanya akan mengeksplor dan sedikit yang akan masuk mulut. lama kelamaan, jumlah makanan yang diasup akan bertambah dan porsi ASI/sufor pun akan berkurang seiring dengan itu.
  • siap-siap bahwa acara makan akan sangat berantakan! bisa diakali dengan menyiapkan lembaran plastik sebagai alas makan sehingga acara bersih-bersih jadi lebih mudah.
  • yang punya bakat food intolerance atau alergi, tetap diperhatikan ya.. sebagaimana pemberian MPASI pada umumnya (4 days rule, atau pemberian makanan yang sama berturut2 dalam 4 hari untuk melihat apakah ada efek atau tidak).

DONT’s

  • no junk food, no gulgar, no pengawet (standar MPASI biasa lah)
  • jangan tawarkan makanan pada bayi yang kelaparan, karena pasti dia akan cranky dan lebih memilih untuk menyusu.
  • jangan mengganggu konsentrasi bayi yang sedang makan, dan jangan memaksa untuk mempercepat/menghabiskan makanan, biarkan dia menikmati sendiri.
  • jangan memasukkan makanan ke dalam mulut bayi, biarkan dia mengontrol sendiri untuk menghindarkan resiko tersedak sekaligus melatih kemampuannya dalam memegang makanan. ingat bahwa semua keputusan ada di tangannya!
  • jangan memaksa bayi untuk makan lebih dari yang ia inginkan. jika bayi mulai menangis, membuang makanan atau terlihat tidak tertarik lagi, itu artinya waktu makan sudah selesai.
  • jangan pernah meninggalkan bayi makan sendirian tanpa diawasi.

sumber: http://www.rapleyweaning.com/assets/blw_guidelines.pdf

berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka saya pun mulai menyusun strategi *duilee strategi

mengingat masa MPASI Raya yang makin dekat, saya pun mulai membiasakan dia untuk duduk di kursi makan dan menemani saya makan. maksudnya, supaya kelak ketika waktunya makan dia gak bingung dan langsung paham bahwa ketika dia duduk disitu adalah waktunya untuk makan.

berdasarkan buku BLW, perkembangan tiap bayi tidak sama. ada yang mulai memasukkan makanan ke dalam mulut ketika umur 7 bulan, atau lebih awal. gerakan memasukkan makanan ke dalam mulut merupakan salah tanda bahwa pencernaan bayi sudah siap. saya pun mulai menanamkan statement ini dalam diri saya dan bersiap dengan kemungkinan bahwa Raya belum tentu akan langsung makan ketika ditawari makanan.

naaaahhhh, singkat cerita.. 10 hari sebelum Raya 6 bulan, saya pun “iseng” naro plum utuh ke atas tray kursi makannya. buat latian gituuu. toh sama dia juga belum tentu dimakan. eehh bener ternyata sama Raya cuma dilirik aja sekilas (belakangan saya baru sadar kalo saya ngasih buahnya gak lama setelah dia nenen *ingat salah satu rule BLW, jangan terlalu dekat/jauh jarak pemberian makan dengan minum susu! – plus ngasih buahnya juga gak dipotong dulu hehe).

2 hari setelahnya, percobaan kedua, waktu saya lagi masak di dapur, Raya nemenin sambil duduk di kursi makannya. habis itu saya taruh buah plum (kali ini diiris) di atas tray-nya. entah karena waktunya yang tepat atau bentuknya yang sudah sesuai, ternyata Raya memasukkan irisan buah plum ke dalam mulutnya! *terharu..

detik-detik memasukkan ke dalam mulut...

awalnya dia nyengir, tapi terus ngisep2 dan keliatan menikmati… saya pun mulai berpikir, mungkin Raya udah siap untuk makan? sorenya, kebetulan online sama Enin dan Engki-nya Raya, sekalian lah itu show atraksi makan buah plum lagi (ngetes juga, yang tadi siang kebetulan ato enggak). eeehhh, malah udah bisa gigit dan ngunyah loh dia! she really leads her way to start enjoying the food at that time.

nyam nyam nyammmmmmm

langsung deh inspeksi pup-nya Raya keesokan harinya. ternyata lambungnya udah mulai mencerna.. buah plum udah nyaris gak keliatan, tinggal kulitnya aja yang masih kentara xixixixi (jorki dikit gpp yeee). jadi inget juga panduan di buku BLW bahwa salah satu keuntungan ber-BLW adalah pencernaan menjadi lebih optimal karena adanya enzim pencernaan dalam air liur yang bekerjanya terjadi ketika proses mengunyah.

maka dari itu, resmi lah Raya curi start seminggu sebelum dia 6 bulan hehehe. bismillah, saya percaya bahwa memang dia sudah siap. dan semua tanda2 baik “masuk” maupun “keluar” semuanya menunjukkan hasil positif. walaupun gitu, saya belum ngasih rutin, sementara ini dia baru makan 3x: nyoba plum, jeruk, dan alpukat. nunggu sampe bener-bener 6 bulan baru mulai menyusun menu BLW yang baik dan benar. nah, berhubung besok Raya udah resmi 6 bulan, saya udah mulai puter otak deh. rencananya sih: labu siam, zucchini, lobak, brokoli (brokoli banyak mengandung nitrat, katanya sih lebih baik pemberian di atas 8 bulan – tapi saya pernah baca di salah satu forum homemade mpasi: ngasih brokolinya kan juga gak sekarung kan? insyaAllah gpp, aamiin!). sisanya dipikir lagi begitu nyampe indonesia :mrgreen:

ada madzhab MPASI yang bilang 6 bulan sebaiknya full buah (karena buah paling mudah dicerna), ada juga yang bilang sayur (supaya kenal rasa hambar dulu). kalo saya sih rencananya mix buah dan sayur tapi yang rasanya gak terlalu manis hehe (apel dan pir boleh lahhh). karbo insyaAllah mulai 7 bulan.

kenapa gak pake 4-days rule untuk ngetes alergi?

justru, karena Raya punya bakat alergi, i’ll know it right away misalnya dia ada kecenderungan alergi pada suatu jenis makanan. gak perlu nunggu 4 hari, 2 jam juga udah keliatan :(

bismillah.. selamat menapak milestone yang baru dalam hidupmu ya, nak.. ibu sayang Raya :*