autumn again in Göteborg..

3 September 2009

alhamdulillah.. setelah di re-charge dengan liburan 2 bulan, kini saatnya perjuangan baru dimulai..

insyaAllah mulai bulan September ini, kegiatan baru saya nambah selain jadi tukang masak, tukang “beres-beres” rumah, dan tukang2 lainnya, yaitu sebagai mahasiswi di kampus yang sama dengan suami saya. alhamdulillah..

catatan pertama: kuliahnya padat dan keliatannya bakal berat (jadwalnya dari jam 9 pagi-5 sore, belum lagi kalo udah mulai studio). saya jadi agak pesimis apakah saya bisa tetep masak di rumah. insting-insting pencari menu yang gampang dan bergizi mulai dikerahkan. keliatannya pasta dan roti bakal jadi alternatif, semoga aja suami saya yang perutnya perut nasi gak bakal protes, amiin.

catatan kedua: mulai merindukan temen-temen semasa sekolah bahasa dulu.. sebenernya bulan ini tetep dapet panggilan untuk sekolah bahasa, dan alhamdulillah naik level. tapi bagi waktunya itu loh.. gak mungkiiinn.. meskipun sekarang sekolah bahasanya dipindah ke yang seminggu 3x dan kelasnya sore hari. *lagian gak yakin juga otak ini bisa nangkep kuliah berbahasa inggris dan belajar bahasa swedia sekaligus :mrgreen: *

catatan ketiga: pengen bagi-bagi pengalaman tentang naik maskapai timur tengah di blog ini.. entah kapan. tapi sudah berjanji, suatu saat bakal ditulis. secara gitu, maskapai timur tengah terkenal lebih murah dibanding maskapai eropa. siapa tahu aja bisa buat bantu-bantu orang yang butuh informasi tentang plus-minus keduanya (berdasarkan sudut pandang saya tentunya) :razz:

catatan keempat: kembali lagi ke masalah kuliah. selain padat, keliatannya cukup menarik. mungkin karena bidang studi saya juga menarik (amiiiinn, hehehe). kuliahnya banyak dosen tamu yang hebat-hebat (dari universitas sebelah, dari UN Habitat, dari aktivis lingkungan hidup, dll). dari 3 hari kuliah ini aja udah 3 kali nonton film-film pendek dokumenter. semoga aja studio nanti gak bakal berat, amiin. oya, saya kuliah di Design for Sustainable Development, Department of Architecture, Chalmers University of Technology. kapan-kapan juga pengen nulis lebih panjang tentang seluk-beluk kuliah disini :)

sekian untuk hari ini. ingin membangkitkan kembali semangat mengisi jurnal harian online hehe :mrgreen:


Hammarkullefestivalen 2009

11 June 2009

2 minggu yg lalu, saya, suami, dan beberapa warga Indonesia yang tergabung dalam Indonesiska Kulturföreningen (Perkumpulan Kebudayaan Warga Indonesia) di Göteborg, Swedia mempersembahkan tarian melayu pada acara Hammarkullefestivalen 2009.

Hammarkullefestivalen adalah event tahunan di Göteborg yang menampilkan pertunjukkan budaya dari berbagai negara.

berikut adalah penampilan kami pada acara tersebut, hehehe.. narsisdotcom! :mrgreen:

dan ini adalah versi video-nya buat yang kepingin nonton :razz:

untuk foto2 lengkap acara tersebut, sayangnya saya gak punya.. habisnya, masa artis moto artis! hehehe.. tapi saya nemu hasil bidikan orang nih buat yang pengen liat acaranya seperti apa, silakan diklik: Hammarkullen 2009

yang jelas, acara ini merupakan salah satu ujian iman buat para lelaki.. maklum, banyak perempuan berseliweran dengan hanya pake bikini berhias bulu-bulu!

Indonesiska Kulturföreningen – Hammarkullen Festivalen 2009


20 days more to go..

5 June 2009

20 hari lagi saya akan menempuh jarak lebih dari 10.000 km.

.gothenburg-brussel-abu dhabi-jakarta. :mrgreen:

alhamdulillaaaahhhh… pas liburan summer ini saya dan suami dapat rezeki bisa pulang kampung..

tiket pun udah di tangan. satu hal yang mengganjal (kalo boleh dibilang mengganjal), perjalanan saya PP nanti akan dilakoni sendirian. huaaaaaaaaa. suami saya harus ke China dulu sementara saya langsung ke Jakarta. sementara pulangnya, saya harus pulang duluan karena (InsyaAllah) ada acara yang mewajibkan saya untuk segera pulang ke Gothenburg duluan ketimbang suami saya.

satu hal lagi yang bikin mengganjal (tapi sekaligus agak seneng) karena saya bakal naik salah satu maskapai penerbangan timur tengah. alias Ettihad.

kita mulai dari yang seneng dulu. kemarin, pas berangkat kesini saya naik Lufthansa . sebagai orang yang sebelumnya paling mentok “hanya” naik Garuda Indonesia, rasanya naik Lufthansa tuh woowww. secara gitu yah, di kiri kanan isinya para bule eksekutif (terutama pas jalur Jakarta-Singapore). tapi pas saya liat kabinnya, langsung kecewa. ternyata perjalanan 20 jam di udara harus ditempuh dengan kursi pesawat yang gak ada TV-nya (dasar kampriiiiinngg,, kirain saya seluruh perjalanan luar negeri yg jaraknya jauh tu harus ber-TV, apalagi ini Lufthansa gitu looh huehehehe). alhasil, hiburan yg disediakan cuma musik dan radio.

nah, naik Ettihad ini, hal yang cukup bikin jingkrak2 adalah akhirnya eike kesampaian nonton TV pribadi di pesawat!!! wow, can’t wait to feel that huekekekekeke..

kembali ke hal yang mengganjal, gara-gara kebanyakan baca buku Trinity si Naked Traveler, saya jadi parno sendiri membayangkan bahwa perjalanan kali ini kemungkinan besar akan dibarengi dengan rombongan TKW dari Abu Dhabi.

huaaaaaa,, saya gak anti TKW, sumpah, TKW is our devisa hero. tapi kok yang diceritain di buku Trinity kesannya agak annoying gitu yaa.. mudah2an sih enggak, amiin. satu hal lagi yg bikin parno, SAYA TAKUT DIKIRA TKW!! huhuhuhu.. bukan takut karena nganggep ga level! bukan! sumpah deh.. tapi takut diperlakukan kasar pas di bandara Abu Dhabi.. soalnya sering banget denger cerita ttg TKW2 (atau orang yg dikira TKW) yg dikasarin sama polisi disana. haduuuuhhh,, benar2 ketakutan yang tidak penting dan tidak berdasar, huehehe..

anyway, seminggu lagi sekolah bahasa saya selesai (untuk term ini). berita baiknya, alhamdulillah saya dan 4 orang yang lain dinyatakan lulus level C dan bisa melanjutkan ke level D (level terakhir di SFI). walaupun demikian, kemungkinan besar saya juga gak akan bisa lanjut lagi selama (InsyaAllah) 2 tahun ini. sedih sih rasanya membayangkan akan berpisah sama yg lain.. ya, mudah2an aja masih tetep keep contact satu sama lain. oya, temen saya yang dari Eritrea itu, alhamdulillah permitnya untuk pindah ke UK udah keluar, jadi dia bisa segera ketemu sama istri dan anak perempuannya :)

oke deh, mau nge-list daftar makanan yang akan dicicipi selama di Indonesia nih, hehehe. ada usul?? :mrgreen:


masih dari sekolah bahasa

8 May 2009

hari ini, Matt, si bule dari Inggris (yang tiap kali dia ngomong bikin saya inget sama film Harry Potter) tiba2 nanya sama saya pas break sekolah:

“Ree-ha-na, how do you know that?”

“Know about what?”

“Know about everything, it seems like you know Swedish very much!”

hahahahahaha.. :mrgreen:

tau nggak, saya merasa beruntung menjadi orang Indonesia ketika belajar bahasa Swedia karena relatif mudah bagi kita untuk melafalkan huruf2 dalam bahasa tersebut. konsonant by the way, soalnya kalo vokal emang rada2 ribet gimanaaa gitu. huehehe..

sebagai contoh, pelafalan huruf “R” dalam bahasa Swedia sama persis seperti ketika kita mengucapkan “R” (untuk dialek di Göteborg pada khususnya, soalnya kalo di kota lain seperti di Malmö, pelafalan huruf R-nya seperti pelafalan huruf R dalam bahasa Perancis) . anyway, kasian si Matt, sampe mukanya merah jambu dan keliatan mau meledak tetep aja gak keluar tu huruf “R”.

contoh yang lain lagi, guru saya sampe beratus2 kali ngasih tau kalo “NG” itu (mostly) dibacanya “eng” (seperti cara kita membaca “NG”). sehingga kata “pengar” yang artinya “uang” dibaca sebagai “pengar”. bukannya “peng-gar”. untuk kasus ini, temen2 saya banyak banget yg teteeep aja gak bisa.

oya, selain itu, ternyata bahasa Indonesia dan Swedia juga memiliki beberapa kesamaan. contoh: handduk-handuk, kontor-kantor, långsam-langsam, precis-persis, dll dsb. agak penasaran juga, apakah bahasa Indonesia untuk kata2 tsb merupakan serapan dari bahasa Belanda? kalo gitu gak aneh sih.. Swedia relatif dekat dengan Belanda, sementara Belanda pernah menjajah kita. tapi kalo bahasa2 itu bukan serapan dari bahasa Belanda, weww emang cukup aneh. saya pernah baca salah satu artikel yang ditulis mahasiswa di website PPI Swedia. menurut yg nulis, mungkin aja dulu ada pelaut Jawa yg nyasar sampe Swedia sehingga bahasa kita bisa mirip. karena eh karena, dlm bahasa Swedia ada ungkapan “Javisst!” alias “oh, oke” yang kurang lebih mirip2 sama bahasa Jawa “Ya wis!” huehehehehehehehe :mrgreen:

bicara soal bahasa, ada lagi yg lucu.

bagi yang muslim dan minimal bisa baca huruf arab, tentunya tau kalo dalam bahasa Arab itu ga ada pelafalan “P”. adanya “F” dan “B”. nah, suatu hari saya diceritain sama temen saya. mengacu kepada perkembangan jaman, orang2 arab masa kini menggunakan ungkapan Papa-Mama/Papi-Mami untuk panggilan oleh anak2nya. di lain sisi, bagi mereka naudzubillah susahnya melafalkan huruf “P” yang kemudian dipermudah oleh mereka menjadi “B”.

lanjut cerita, suatu hari temen saya itu berkunjung ke rumah saudaranya (temen saya menikah dengan orang Arab anyway), nah di keluarga itu mereka membiasakan anak2nya untuk memanggil orang tua dengan ucapan Papi-Mami. begitu duduk di ruang tamu, saudara teman saya tsb ingin memperkenalkan anak-anaknya kepada temen saya. dan dia pun memanggil anak2nya untuk datang ke ruang tamu, “ayo.. ayo.. sini sama BABI..” :GUBRAKS!:

catatan: seluruh cerita dan kejadian dalam posting kali ini adalah benar adanya dan bukan merupakan rekayasa


cerita tentang sebuah pelarian

26 April 2009

masih ingat cerita saya ttg kawan baru dari eritrea? ya, hari ini sudah hampir 3 bulan kebersamaan saya dengan teman-teman sekolah bahasa. kami sudah semakin akrab dan mulai banyak ngobrol satu sama lain. walaupun masih pake bahasa inggris dan kadang diselingi bahasa tarzan hehehe..

dari 3 orang kawan saya yg berasal dari eritrea, saya paling akrab dengan yg laki-laki. bukan apa-apa, masalahnya yg paling fasih bahasa inggrisnya cuma dia diantara 2 kawannya yg lain.

kemarin, kebetulan saya lagi iseng merhatiin bahwa dia pake cincin kawin. lanjut aja saya tanya, “kamu udah nikah ya?”. dia jawab, “ya, tp istri dan anak perempuan saya tinggal di inggris”. saya tanya lagi, “lho, kok bisa? kenapa kamu disini? kenapa gak tinggal sama mereka?”. dia jawab, “karena mereka pergi dari negara saya ketika saya sedang dipenjara”.

dan mengalirlah cerita ttg apa yang selama ini hanya saya dengar dari tv. negara mereka tidak sedang dalam keadaan perang kawan. tp pemerintah disana membelenggu kebebasan mereka dalam berkeyakinan. yang saya tidak habis pikir, meskipun teman saya itu beragama sama dengan pemerintah, tp karena mereka berbeda aliran, maka teman saya harus dipenjara selama 1 tahun! pun ditambah bahwa memang teman saya adalah aktivis. anyway, bukan. negara mereka bukan negara muslim.

teman saya bilang, “semua keluarga saya sudah keluar dari negara saya. hanya saya yg waktu itu tertinggal karena harus dipenjara”. saya tanya, “lantas, kenapa kamu ada disini? kenapa kamu memilih tinggal disini? kenapa gak di inggris dengan keluarga kamu?”. dia jawab, “karena cara saya berbeda dengan keluarga saya. saya keluar dari negara saya dengan cara ilegal”.

dan kawan, tahukah kamu apa yg dimaksud dengan cara ilegal? mereka harus membayar puluhan ribu dollar kepada agen dari negara tetangga untuk bisa menyalurkan mereka ke negara-negara eropa. sementara untuk mencapai negara tetangga tersebut, mereka harus mengarungi gurun, gurun, dan gurun. SELAMA 7 HARI DENGAN BERJALAN KAKI.

sungguh saya gak bisa membayangkan bagaimana penderitaan mereka.

teman saya sekarang ini tidak memiliki paspor negaranya (kebayang? he is a citizen of nowhere! jadi inget film “The Terminal“..). tapi dia memiliki swedish ID card karena hidupnya ditanggung oleh pemerintah swedia. dan tentang keluarganya, tenang kawan.., aplikasi kepindahannya ke inggris sedang diurus saat ini. semoga 2 tahun pengorbanannya jauh dari keluarga bisa segera usai.

denger cerita ini, saya jadi lebih bersyukur. sejelek-jeleknya negara saya, ternyata masih jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain nun jauh disana.

ahh.. dunia. kapan sih kita bisa hidup damai?